Kasih sayang Ibu itu emang bener - bener sepanjang hidupnya ya buat anaknya. . .
Salah satu buki nyatanya adalah seorang Nenek yang secara kebetulan ketemu aku di angkot.
Dia jauh2 datang dari Probolinggo hanya untuk menemui anaknya di Malang, daerah Mergosono gang 9.
Dia hanya tinggal ber - 2 di probolinggo dengan suaminya yang umurnya sudah hampir 100 tahun. Setiap hari nenek itu mengumpulkan duit 1000 rupiah dari hasil menjual kerupuk untuk ditabung dan dibelikan 1 kg gula pasir untuh bekal dia mengunjungi anaknya ke Malang. Nantinya kalau duitnya kurang ketika dia perjalanan ke Malang, dia akan menjual gula itu dan sisa uang penjualan gula itu ingin dia belikan sarung baru untuk suaminya karena dia merasa kasihan pada suaminya yg tadi pagi waktu dia akan ke Malang, dia melihat suaminya sholat dengan sarung yang sudah sangat jelek dan lusuh.
_____Heloooo. .harga sarung itu nggak seharga gula 1 kg kan???____
Ternyata uang si nenek kurang saat naik bis probolinggo - malang, jadi belum sampai tujuannya yaitu Taspen, Arjosari Malang, si nenek sudah diturunkan dari bis, sedangkan uangnya sudah tak bersisa lagi. Untung ada anak sekolah yang memberinya uang 2000. Tapi itu tetap nggak cukup untuk sampai ke Mergosono tempat dia akan mengunjungi anaknya. Sedangkan uangku pun hanya 9000 rupiah. Yg lebih membuat ku tersentuh lagi adalah dia tidak tau pasti apakah anaknya masih tinggal di Mergosono gang 9 itu. karena sudah lama sekali dia tidak kontak dan nggak pernah surat2an dengan anaknya. kalau bertemu ya dia akan pulang nanti sore tapi kalau ternyata anaknya sudah pindah ya dia akan langsung pulang. Sedih sekali hati ini mendengarnya. Akhinya uang 5000 milikku aku berikan pada nenek itu dan ingkos angkotnya pun aku yang nanggung. Aku pikir walaupun akhirnya aku sama sekali nggak punya uang , tapi aku masih jauh lebih beruntung dari pada ibu itu. Dia sangat bersyukur dan berterima kasih, bahkan dia menawarkan agar gula miliknya aku bawa sebagai ganti uang tersebut. tapi tentu saja aku tolak. buat apa aku gula itu?? Nenek itu lebih membutuhkannya bukan? Setelah turun dari angkot dia berpamitan dan segera naik ke angkot lain tujuan Mergosono. Tapi aku sangat menyesal cuma memberikannya uang 5000, itu nggak cukup untuk dia pulang ke probolinggo nantinya. Untungnya Yayah datang menjemputku, uang pecahannya yg tersisa hanya 10000. tapi tak apa, aku kejar angkot nenek itu dan kuberikan uang 10000 itu padanya. Hanya it yg bisa aku berikan untuk nenek yang rindu pada anaknya itu. . . . .Semoga dia bisa bertemu anaknya dan pulang ke Probolinggo dengan selamat dan tentunya bisa membelikan suaminya sarung baui . . . .
AMIN
bener - bener kasih sayang yang sangat besar dan tulus dari seorang Ibu, akankah kita membalasnya dengan selalu menyakiti hati dan perasaannya????

Tidak ada komentar:
Posting Komentar